Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Sejarah Alas Mentaok

Hutan Mentaok atau dalam Bahasa Jawa disebut dengan Alas Mentaok, dahulunya adalah hutan belantara yang sangat luas. Alas ini membentang dari Timur Laut hingga Tenggara Kota Yogyakarta. Dahulu Alas Mentaok dihuni oleh beberapa orang yang masih sangat "ngugemi" agama Hindhu yang berasal dari Kedhaton kecil bernama Mataram, Kedhaton Mataram adalah sisa peninggalan Kerajaan Majapahit. Alas Mentaok adalah hadiah dari Sultan Hadiwijaya yang berasal dari kerajaan Pajang untuk Ki Ageng Pamanahan dan Danang Sutawijaya, karena berhasil menumpas Arya Penangsang dari Jipangpanolan. Tujuan memberikan hadiah yaitu ia ingin meluaskan kerajaannya menembus ke bagian Selatan melaui Alas Mentaok. Tapa Ngeli adalah tapa yang dilakukan didalan aliran sungai. Saat sedang bertapa, air tiba-tiba bergejolak dan semua makhluk hidup yang tinggal di air melonjak. Dikarenakan tapa Sutawijaya memiliki hawa panas. Peristiwa tersebut terjadi di dekat Pantai Parangkusumo. Sutawijaya menceritakan kisahnya y...

Yogyakarta

Gunung merapi adalah gunung paling aktif di Yogyakarta, ketinggiannya sekitar 2.940mdpl (Pasca Erupsi tahun 2010). Menurut masyarakat Yogyakarta merapi adalah tempat sakral, tempat dimana manusia terhubung dengan alam semesta. Pada tahun 2010 gunung merapi meletus, pemukiman penduduk terkena wedus gembel yaitu awan panas yang menggumpal dan efeknya mematikan.  Sekarang material vulkanik yang dulu melebur dapat menjadi sumber nafkah dan hasil letusan merapi juga dijadikan pemandangan yang bagus. Menurut sejarah Yogyakarta dulu adalah sebuah negara yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Saat Indonesia merdeka, Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan bergabung dengan Indonesia. Pemerintahan nya tetap dipimpin sri sultan secara turun temurun, oleh karena itu provinsi ini diberi gelar Daerah Istimewa. Dahulu Belanda tidak berani melawan Yogja karena keraton mempunyai status negara. Sampai sekarang pun orang Yogja sangat saat dengan keraton. Seragam Abdi Dalem dinamakan peranakan karena...

Sejarah Kampung Wisata Taman Sari Yogyakarta

Taman sari merupakan bagian dari Kraton Yogyakarta berdasarkan Perjanjian Giyanti, yakni perjanjian pembagian wilayah antara Surakarta dan Yogyakarta. Dahulu nya taman sari merupakan sebuah Pesanggrahan, yang bernama Pesanggrahan Garjitawati yang didirikan oleh Paku Buwono II. Pesanggrahan digunakan untuk tempat singgah bagi jenazah Sultan Surakarta dan Kartasura sebelum dimakamkan di Imogiri. Taman sari dibangun pada era pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I, dengan penbiayaan penuh dari Tumenggung Prawirosentiko yang merupakan Bupati dari Madiun, yang mengakibatkan Madiun dibebaskan dari pajak. Panembahan Senopati bercita-cita untuk menaklukkan Tanah Jawa, dengan cara melakukan kerja sama dan hubungan timbal balik dengan para bupati, termasuk para bupati bagian Tumur Jawa. Tetapi, para bupati Timur Jawa enggan tunduk pada Mataram dan membuat sekutu sendiri untuk melawan Mataram, yang dipimpin oleh bupati dari Purbaya. Dengan taktik yang sedemikian rupa, bupati Purbaya dapat ditaklukka...

7 Desa Wisata

1. Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Dahulu tidak ada orang yang tertarik untuk ke desa ini karena letaknya di pegunungan dan di kelilingi hutan pinus yang lebih akrab dengan cerita seramnya. Sektor pertanian tidak bisa jadi mata pencaharian karena tanahnya yang berbukit-bukit. Sekarang desa ini adalah salah satu desa yang banyak dikunjungi wisatawan. Desa ini mempunyai 10 objek wisata, salah satunya adalah Puncak Becici yang dulu dikunjungi oleh Barack Obama dan keluarganya. 2. Desa Mangunan. Desa ini dianugerahi lembah, tebing, dan jurang yang dalam sehingga menciptakan pemandangan yang sangat indah yang akan memikat hati para pengunjung. Jika subuh, lautan kabut akan menyelimuti seluruh permukaan desa, sehingga membuat kita seperti berada di atas awan. Desa ini dijuluki Yogyakarta Lantai Dua karena ketinggian dan kabutnya yang luar biasa. 3. Tebing Breksi. Terletak sekitar 7km sebelah selatan Candi Prambanan. Kini Breksi dikelola oleh BUMDes Sambirejo. Pada tahun 20...

Ke Museum Bahari Bareng Teman-Teman

Gambar
Hallo guys..  Di blog gua kali ini gua mau ceritain hati ini gua bikin vlog di Museum Bahari. Gua ke Museum Bahari sama temen-temen gua. Gua kesana naik grab car. Dari sekolah ke Museum Bahari lumayan deket loh guys.  Setelah gua sampai, gua langsung beli tiket masuk, terus kita ditanyain bawa kartu pelajar apa engga. Tiket masuk nya itu tadi cuma 2.000, murah banget kan guys. Langsung kita masuk aja ke dalem. Disana banyak banget ruangan-ruangan nya guys. Mulai dari ruangan perpustakaan, ruangan tempat perahu asli dan masih banyak lagi. Disana lebih dominan ke objek perahu-perahu dari berbagai daerah. Dan juga ada rempah-rempah banyak banget, kalau mau liat rempah-rempah nya kalian bisa tonton di vlog gua. Tempat nya juga bagus buat foto-foto bagi anak milenial.  Setelah selesai bikin vlog dan kita sudah berkeliling di dalam museum itu akhirnya kita pulang dengan menggunakan grab car lagi. Kita turun di Kotu karena kita mau jajan dan juga ada temen gua yang p...

Kajian Bulanan di Sekolah

Gambar
Hallo guys.. Di blog gua kali ini gua mau ceritain tentang kegiatan gua di hari minggu. Jadi hari minggu ini gua ikut kajian di sekolah.  Acara kajian ini dimulai jam 10 pagi tapi gua sama temen-temen gua berangkat sebelum jam 9 karena takut macet + kita mau nyiapin konsumsi dulu sebelum ustad nya sama yang ikut kajian pada dateng. Ternyata kita semua dateng nya telat, yang bawa konsumsi ada yang belum dateng, belum beli air untuk ustad nya, duh pokoknya kita itu kepepet banget guys. Baru kali ini gua sama temen-temen gua ngerasain kaya bener-bener kita yang ngurusin acara nya, biasanya kan kakak kelas yang ngurus paling kita cuma bantu" doang. Tapi kajian kali ini kaya bener-bener kita yang ngerencanain acara ini. Akhirnya kajian dimulai, seperti biasa kita membahas soal fiqih dari kitab safinatunnaja. Pada bulan lalu kita bahas tentang gambaran berjamaah yang sah dan tidak sah.  Sekarang pada bulan maret ini kita membahas tentang shalat jamak taqdim dan jamak tak...